July 28, 2017

Gila-Gilaan Milan Yang Membahayakan

Setelah Yonghong Li menjadi pemilik dari AC Milan, gairah baru mulai dirasakan oleh seluruh orang yang bersinggungan dengan AC Milan. Mulai dari jajaran manajemen, tim pelatih, para pemain dan tentu saja para Milanisti di seluruh dunia. Bagaimanapun AC Milan merupakan klub sepak bola dengan jumlah fans terbanyak nomor 6 di seluruh dunia, dan yang tertinggi dibandingkan klub dari Serie A lainnya.

Euphoria yang dirasakan tentunya berkaitan dengan adanya harapan bahwa masuknya investor akan dapat menaikkan kembali pamor Milan ke jajaran klub elit dunia, dan juga mengembalikan prestasi Milan sebagaimana pada masa kejayaannya dulu. Sah-sah saja orang selalu mengingat-ingat kenangan manis tempo dulu.

Dan seperti menemukan takdirnya, geliat Milan dimulai dengan belanja pemain yang bahkan terkesan jor-joran. Riccardo Rodriguez, Matteo Mussachio, Andre Silva, Franck Kessie, Fabio Borini, Antonio Donnarumma, Lucas Biglia dan Leonardo Bonucci adalah sederet nama yang sudah berhasil Milan rekrut. Bahkan manajemen Milan masih menjanjikan akan mendatangkan setidaknya dua pemain lagi yang sampai pada saat ini masih dalam proses pendekatan.

Belanja Milan yang gila-gilaan ini dan sudah mencapai sekitar €155 juta sampai pada saat tulisan ini ditayangkan membuat para Milanisti di seluruh dunia menyambutnya dengan gembira. Mereka yang biasanya selalu menggunakan hashtag #weareacmilan dalam setiap perbincangan di media sosial sekarang mempunyai kebangaan baru yaitu hashtag #wearesorich. Hal ini tentu saja sedikit banyak bisa membuat para Milanisti menjadi besar kepala. Hal yang cukup wajar.

Namun ada juga hal yang perlu mendapatkan perhatian dari manajemen maupun Milanisti di seluruh dunia.

Pertama, bahwa tidak ada hal instan untuk sebuah prestasi. Perlu kerja keras dan dedikasi yang penuh dari setiap jajaran AC Milan. Mimpi boleh tinggi, tapi perilaku tetap membumi. Perjalanan AC Milan untuk menuju puncak masih jauh dan terjal.

Yang kedua adalah terkait kebijakan transfer, bahwa di UEFA dikenal aturan Financial Fair Play yang memang harus benar-benar diperhatikan oleh jajaran manajemen AC Milan. Walaupun pimpinan FFP Andrea Traverso mengatakan, "Milan tidak akan terdampak pada regulasi. Kami tahu Milan melakukannya untuk meraih prestasi". Namun jangan sampai kebijakan transfer ini akan merugikan langkah AC Milan di masa datang.

Jadi, mari kita sambut AC Milan era baru dengan segenap gairah yang memerah hitamkan jiwa kita semua. Forza Milan!

google.com

No comments:

Post a Comment