July 30, 2017

Teriakan dari Tribun



"Football is nothing without fans" -- Jock Stein.

Orang berbondong-bondong pergi ke stadion. Ada yang berkelompok, ada yang sendirian. Namun tujuan mereka sama, mendukung tim kebangaan mereka secara langsung di stadion.

Di dalam stadion dengan atmosfer yang serupa, mereka sama-sama menyuarakan tuntutan yang tak berbeda: permainan atraktif dan kemenangan. Maka tak heran jika di dalam stadion bertebaran spanduk-spanduk dari para fans atau suporter yang dipasang mengelilingi lapangan pertandingan.

Isi dan tulisan pada spanduk itu bermacam-macam. Rata-rata menuliskan identitas kelompok fans atau suporter tersebut: seperti nama, asal dan julukan mereka. Ada juga yang berisi harapan dan pesan-pesan pembakar semangat buat tim yang didukung.

Selama pertandingan berlangsung, dari setiap sudut stadion akan terdengar suara-suara yang semakin menambah riuh dan gemuruh suasana pertandingan. Entah itu nyanyian dari sekelompok fans atau suporter, atau teriakan-teriakan secara lantang yang dilakukan oleh orang per orang. Teriakan yang  bisa berupa dukungan atau pun hujatan.

Segalanya tergantung dengan situasi yang berjalan di atas lapangan. Jika tim yang didukung menampilkan permainan yang menarik hingga memperoleh kemenangan, maka aplaus dan kata-kata sanjungan akan terdengar.

Namun ketika tim yang didukung tidak menampilkan performa seperti yang diharapkan, atau bahkan sampai menderita kekalahan, jangan kaget jika banyak sekali umpatan, kata-kata kasar dan tidak pantas akan terdengar di seantero penjuru stadion. Sebagai misal adalah "Wasit An**ng!", "Pelatih Gobl*k!" atau bisa juga ungkapan bernada sarkasme seperti "Selamat Datang Degradasi!" dan lain sebagainya.

Siapa yang dihujat? Pertama mungkin wasit yang dianggap sebagai biang kekalahan karena kepemimpinan dan keputusannya banyak merugikan tim yang didukung, lalu disusul si pelatih karena dianggap tidak becus melatih timnya. Kemudian umpatan dan hujatan juga akan diberikan kepada manajemen klub yang dianggap tidak mampu memenuhi ekspetasi dari para fans atau suporter.

Bagaimana dengan pemain? Hampir selalu, para pemain ini lolos dari hujatan. Karena dianggap mereka hanya menjalankan perintah dan arahan dari tim pelatih, sehingga pangkal dari kegagalan adalah tim pelatih dan manajemen itu sendiri.

Hal yang wajar ketika rasa kecewa timbul karena harapan yang digadang-gadang tidak juga kesampaian, sehingga muncul umpatan, hujatan dan sejenisnya. Klub tidak bisa menafikan hal itu dan menganggapnya sebagai angin lalu. Bagaimanapun klub dan fans atau suporter saling berkelindan ketegantungan.

Klub butuh dukungan fans atau suporter untuk memberi semangat dan pemasukan kepada klub lewat penjualan tiket atau pun merchandise. Dan fans atau suporter butuh klub untuk dijadikan sebagai simbol kebanggaan dan wadah meluapkan ekspresinya. Simbiosis mutualisme yang mesti terus dipupuk dan dijaga keberadaannya.

***

July 28, 2017

Gila-Gilaan Milan Yang Membahayakan

Setelah Yonghong Li menjadi pemilik dari AC Milan, gairah baru mulai dirasakan oleh seluruh orang yang bersinggungan dengan AC Milan. Mulai dari jajaran manajemen, tim pelatih, para pemain dan tentu saja para Milanisti di seluruh dunia. Bagaimanapun AC Milan merupakan klub sepak bola dengan jumlah fans terbanyak nomor 6 di seluruh dunia, dan yang tertinggi dibandingkan klub dari Serie A lainnya.

Euphoria yang dirasakan tentunya berkaitan dengan adanya harapan bahwa masuknya investor akan dapat menaikkan kembali pamor Milan ke jajaran klub elit dunia, dan juga mengembalikan prestasi Milan sebagaimana pada masa kejayaannya dulu. Sah-sah saja orang selalu mengingat-ingat kenangan manis tempo dulu.

Dan seperti menemukan takdirnya, geliat Milan dimulai dengan belanja pemain yang bahkan terkesan jor-joran. Riccardo Rodriguez, Matteo Mussachio, Andre Silva, Franck Kessie, Fabio Borini, Antonio Donnarumma, Lucas Biglia dan Leonardo Bonucci adalah sederet nama yang sudah berhasil Milan rekrut. Bahkan manajemen Milan masih menjanjikan akan mendatangkan setidaknya dua pemain lagi yang sampai pada saat ini masih dalam proses pendekatan.

Belanja Milan yang gila-gilaan ini dan sudah mencapai sekitar €155 juta sampai pada saat tulisan ini ditayangkan membuat para Milanisti di seluruh dunia menyambutnya dengan gembira. Mereka yang biasanya selalu menggunakan hashtag #weareacmilan dalam setiap perbincangan di media sosial sekarang mempunyai kebangaan baru yaitu hashtag #wearesorich. Hal ini tentu saja sedikit banyak bisa membuat para Milanisti menjadi besar kepala. Hal yang cukup wajar.

Namun ada juga hal yang perlu mendapatkan perhatian dari manajemen maupun Milanisti di seluruh dunia.

Pertama, bahwa tidak ada hal instan untuk sebuah prestasi. Perlu kerja keras dan dedikasi yang penuh dari setiap jajaran AC Milan. Mimpi boleh tinggi, tapi perilaku tetap membumi. Perjalanan AC Milan untuk menuju puncak masih jauh dan terjal.

Yang kedua adalah terkait kebijakan transfer, bahwa di UEFA dikenal aturan Financial Fair Play yang memang harus benar-benar diperhatikan oleh jajaran manajemen AC Milan. Walaupun pimpinan FFP Andrea Traverso mengatakan, "Milan tidak akan terdampak pada regulasi. Kami tahu Milan melakukannya untuk meraih prestasi". Namun jangan sampai kebijakan transfer ini akan merugikan langkah AC Milan di masa datang.

Jadi, mari kita sambut AC Milan era baru dengan segenap gairah yang memerah hitamkan jiwa kita semua. Forza Milan!

google.com

July 27, 2017

Milan Belum Lunasi Transfer Bonucci dan Biglia

AC Milan yang melakoni laga melawan Craiova di Liga Europe tidak menyertakan Leonardo Bonucci dan Lucas Biglia, kedua pemain yang baru saja ditransfer dari Juventus dan Lazio.

Banyak yang menyangka bahwa hal itu karena AC Milan telah melewati tenggat waktu yang ditetapkan oleh UEFA untuk melakukan pendaftaran pemain. Akan tetapi ternyata dari berbagai berita yang beredar di media, AC Milan belum membayar uang transfer kedua pemain tersebut, dikarenakan kesulitan mendapatkan bank garansi untuk melakukan pembayarannya.

Namun Fassone memberikan keterangan bahwa hal itu (pembayaran transfer) akan dilaksanakan pada 11 Agustus mendatang, sehingga Leonardo Bonucci dan Lucas Biglia dapat dimainkan di pertandingan resmi yang dilakoni AC Milan.

Dan selama pembayaran itu belum dituntaskan AC Milan tidak boleh memainkan kedua pemain tersebut pada laga resmi yang dilakoninya.

google.com

July 23, 2017

Kipernya di Belakang Gawang

(ilustrasi foto dari Bable.com)
Pada turnamen kali ini dalam beberapa pertandingan, gawang dari klub Inter Miring  sangat sulit sekali dibobol oleh pemain lawan. Selalu saja ada alasan atau penyebab kegagalan mengegolkan bola ke gawang. Lewat cara apapun yang sudah dilakukan -sundulan, tendangan bebas, tendangan jarak jauh, bahkan tendangan penalti- tapi tidak pernah terjadi gol.

Kalau bolanya tidak membentur gawang, pasti melenceng di samping kanan atau kiri gawang, atau jauh melambung di atas gawang sampai kadang bolanya hilang karena langsung nyemplung ke kali di sebelah utara lapangan.

Sampai pertandingan ke 10 ini, FC Inter Miring masih mempuncaki klasemen dengan nilai sempurna karena tidak pernah terkalahkan. Dan pertandingan selanjutnya adalah melawan klub AC Mistis. 

AC Mistis ini sendiri saat ini berada di posisi kedua di bawah FC Inter Miring, dengan nilai terpaut dua poin saja. Sehingga kalau kali ini AC Mistis dapat mengalahkan FC Inter Miring, posisinya akan naik menjadi yang teratas di klasemen sementara. 

AC Mistis kemudian dalam persiapannya untuk melawan FC Inter Miring terus menganalisa rekaman-rekaman pertandingan lawannya itu. Dari pola atau skema yang dipakai, dari gaya main yang diterapkan, kemudian mencatat siapa saja pemain yang paling berbahaya di kubu lawannya itu. Tapi tidak juga  dapat ditemukan satupun titik kelemahan yang dapat dimanfaatkan untuk mengalahkan mereka.

Tiba-tiba manajer AC Mistis teringat bahwa klubnya pernah menarik seorang gelandang yang pernah terbuang dari FC Inter Miring, maka dipanggillah Klerensidop yang selama ini belum pernah dimainkan -karena dimainkan di tim yunior- untuk ikut menganalisa rekaman pertandingan tersebut.

Pada salah satu rekaman, Klerensidop menunjuk sesuatu di belakang gawang sebelah utara. Pada saat itu cuaca cukup cerah bahkan tidak ada mendung sedikitpun. Tapi ada yang aneh di rekaman, yang selama ini tidak begitu diperhatikan oleh analis-analis profesional klub AC Mistis, yaitu ada seseorang yang menggunakan payung dan di saat-saat tertentu payungnya dibuka dan ditutup. Kemudian mereka memeriksa rekaman-rekaman yang lain, dan ternyata hal seperti itu terjadi. 

Setiap FC Inter Miring diserang, orang itu menutup payungnya, sehingga tidak terjadi gol. Tetapi ketika FC Inter Miring menyerang, orang itu lalu membuka payungnya. Dan tak jarang bisa terjadi gol di gawang lawan.

***

Mendekati hari pertandingan, salah seorang staf AC Mistis ditugasi untuk mencari dan mengintai orang tersebut. Kalau sudah ketemu, dia harus mengajak bicara terus menerus sehingga konsentrasinya terpecah dan orang itu tidak bisa menjalankan apa yang biasa dilakukannya.

Akhirnya tibalah hari pertandingan itu. Kedua kesebelasan sudah bersiap di lapangan menunggu wasit meniup peluit tanda pertandingan. Dan berlangsunglah pertandingan seru tersebut, antara peringkat 1 dan 2 klasemen sementara.

Sampai menit ke 60 ini kedudukan masih sama kuat 0-0 dengan beberapa peluang dari AC Mistis yang gagal karena melenceng dan membentur gawang.

Pada menit ke 75 petugas rahasia AC Mistis sudah berhasil menemukan orang berpayung itu, dan mengajaknya ngobrol entah soal apa saja, yang penting ngobrol terus. Pada saat itu juga posisi AC Mistis sedang menyerang habis-habisan FC Inter Miring dari segala penjuru. 

Pada saat sepak pojok, Bikam menendang lambung ke arah depan gawang, bola kemudian disundul oleh bek FC Inter Miring yang bernama Mastrasi, tapi bola sundulan itu malah jatuh di kaki Bagyo yang langsung menendang dengan akurat ke arah gawang FC Inter Miring dan gol! Gol? Ya, benar-benar gol! 

Ketika gol itu terjadi, ada seseorang di belakang gawang yang terkejut dan tanpa sadar berucap, "Aduh, lupa aku!", sambil menutup payungnya yang terbuka.

***

July 21, 2017

Antara Belotti dan Kalinic

Belotti & Kalinic. google.com

Setelah mendatangkan Andre Silva dari Porto dan Fabio Borini dari Sunderland, Milan masih mengincar sejumlah nama untuk mengisi pos penyerang. Nama-nama yang rajin menghiasi berita soal transfer Milan antara lain adalah Andrea Belotti (Torino), Nikola Kalinic (Fiorentina), Alvaro Morata (Real Madrid) dan Piere Aubameyang (Borussia Dortmund).

Dari keempat nama tersebut dua diantaranya sudah hampir bisa dipastikan tidak akan memperkuat Milan musim depan, yaitu Aubameyang dan Morata. Dortmund enggan menerima pinangan dari Milan dan memutuskan tidak melepas Aubameyang, sedangkan Morata lebih memilih untuk teken kontrak dengan Chelsea. Sehingga tinggal menyisakan Kalinic dan Belotti.

Proses transfer Belotti akan menempuh jalan panjang yang jelas tidak akan mulus dan mudah. Torino meminta harga yang cukup tinggi untuk seorang striker muda yang walaupun bertalenta tapi belum memiliki cukup pengalaman di level Eropa. Sementara release clause Belotti yang mencapai angka €100 M pun dinilai terlalu tinggi untuk ukurannya.

Jika transfer Belotti gagal, Kalinic menjadi nama terakhir yang diharapkan dapat direkrut Milan sebelum mengarungi musim kompetisi yang akan datang. Meski Kalinic secara pribadi menunjukkan minatnya bergabung dengan Milan, tetapi Fiorentina masih menunggu nilai yang pantas untuk seorang Kalinic.

Dari berbagai tanggapan dan polling yang beredar di dunia maya, Milanisti cenderung mengharapkan seorang Andrea Belotti yang dapat direkrut oleh Milan, namun dengan nilai yang wajar. Mereka tidak ingin masuknya Yonghong Li dengan investasinya yang besar ke Milan menjadikan kesempatan bagi klub-klub lain untuk memasang harga semaunya pada pemain yang diincar Milan.

Jadi, siapa yang akan mengisi pos penyerang Milan musim depan? Belotti atau Kalinic? Atau bahkan kedua-duanya sekaligus? Lalu bagaimana nasib Carlos Bacca?

July 14, 2017

Benvenuti, Bonucci & Biglia

Bonucci & Biglia. google.com
Proses transfer Leonardo Bonucci sebelumnya didahului adanya rumor pembayaran dana disertai tambahan pemain, yaitu Mattia De Sciglio (yang memang sudah ngebet pengen pindah ke Juventus) dan Alessio Romagnoli.

Apabila benar proses pertukaran itu dilakukan, Mirabelli dan Fassone bisa jadi akan menerima kemarahan besar dari para Milanisti, mengingat bahwa Romagnoli digadang-gadang akan meneruskan kebesaran nama Alessandro Nesta di Milan.

Tetapi lagi-lagi kejutan besar dilakukan oleh manajemen Milan, yaitu dengan melakukan proses transfer Bonucci yang termasuk cepat dan dengan tidak melibatkan tambahan pemain yang dilego ke Juventus. Hal ini dimaksudkan agar Bonucci bisa sesegera mungkin bisa mengikuti persiapan pra musim di China.

Masuknya Bonucci dari Juventus ke Milan bisa jadi akan mengubah pola yang dipakai Milan di pos pertahanan. Jika musim lalu Milan memakai formasi 4 bek, kemungkinan musim ini akan memakai 3 bek yaitu Musachio, Bonucci dan Romagnoli.

Dan formasi 3 bek di belakang itu pasti juga akan berimbas dengan formasi di tengah, di mana (lagi-lagi) kejutan diberikan oleh Mirabelli dan Fassone dengan memberikan seorang Lucas Biglia untuk menjadi jendral di lini tengah.

Jadi, kejutan apa lagi mister Mirabelli dan Fassone?

July 11, 2017

Mencintai Tanpa Akhir

#weareacmilan. google.com

Perhelatan Piala Eropa 1988 menorehkan tinta emas buat Tim Nasional Belanda dengan menjadi kampiun untuk pertama kalinya. Imbasnya, penampilan punggawa-punggawa timnas Belanda ikut menanjak di seantero liga, termasuk trio Ruud Gullit, Marco Van Basten dan Frank Riijkard yang bermain bersama AC Milan di pentas Serie A Italia.


***

Saya ambil kaos warna putih lengan panjang, kemudian di selembar karton saya membuat tulisan "Mediolanum", lalu saya cutting sedemikian rupa.

Dan berbekal sekaleng kecil cat besi serta busa, segera saya capkan tulisan tersebut pada bagian dada kaos lengan panjang warna putih tadi. Maka jadilah jersey AC Milan berwarna putih lengan panjang dengan sponsor Mediolanum versi saya.

Mungkin sejak itulah, sepanjang ingatan yang masih tersimpan di kepala, saya mulai menyukai klub sepak bola AC Milan. Segala hal tentangnya membuat saya merasa seperti seorang pemuda yang sedang jatuh cinta pada seorang gadis remaja, saya dimabuk asmara.

Tak ada klub lain secantik dia, tak ada yang seindah dia. Saya mencintai lebih kepada klubnya, bukan kepada siapa pemainnya.

Tentang pemain, pernah saya membenci sosok Ronaldo, yang sebelumnya main di Inter Milan juga Barcelona, dua klub yang sungguh saya benci. Saya tidak pernah berharap bahwa AC Milan akan merekrut Ronaldo, tapi apadaya harapan saya musnah ketika akhirnya Ronaldo jadi juga direkrut.

Awalnya saya mangkel, jengkel. Kenapa AC Milan harus merekrutnya? Namun lama-lama rasa benci itu hilang dan berubah menjadi tawar. Biasa saja, tidak suka juga tidak benci.

Apa yang saya rasakan terhadap Ronaldo, terjadi juga ketika pemain-pemain seperti Rivaldo, Ronaldinho dan yang lain mempunyai kisah yang mirip dengan apa yang terjadi pada Ronaldo.

Rasa cinta saya pada AC Milan membuat saya begitu posesif padanya.


***

Mencintai di saat baik dan buruknya.

Saya tak hanya suka AC Milan ketika sedang banyak prestasi yang diraih, atau ketika banyak pemain top yang ada di klub, tapi juga ketika prestasi klub sedang terpuruk.

Meskipun banyak media menganggap remeh dan menempatkannya sebagai klub medioker, walaupun mainnya masih angin-anginan, dan kadang suka kalahan, namun cinta saya padanya tidak berubah.

Pernah suatu ketika, dini hari saya bangun untuk nonton siaran langsung pertandingan AC Milan. Apa yang saya rasakan?

Jantung saya berdebar, hati saya tak menentu. Badan terasa panas dingin di sepanjang pertandingan. Dan bibir saya komat-kamit membaca segala doa yang saya bisa, dan pengharapan yang terbaik untuknya saya panjatkan.


***

Seorang teman pernah menyuruh saya untuk berganti klub dan memalingkan hati dari AC Milan, karena prestasinya yang selalu jeblok di beberapa musim. Tapi saya tak mau. Saya tak terpengaruh. Saya tetap mencintainya apapun keadaannya. Saya masih bertahan dengan cinta saya, cinta pertama dalam hidup saya.

Memang banyak yang baru, yang muda dan yang cantik, tapi itu semua tak akan bisa mengubah penilaian saya tentangnya. Merah hitam telah terlanjur mengalir di tubuh saya, dan tak akan pernah tergantikan.

#ForzaMilan #Milanisme

Nepotisme ala Donnarumma

 
Antonio & Gigio Donnarumma
Entah apakah hal ini akan menguntungkan AC Milan atau bahkan merugikan, yang pasti AC Milan telah berhasil mengikat kontrak kiper utama AC Milan Gianluigi Donnarumma hingga 2021. 

Seperti sudah diekspos oleh banyak media, ada beberapa klausul dalam kesepakatan kontrak yang sebelumnya berlangsung tarik ulur antara kedua belah pihak, bahkan melibatkan pihak orang tua Donnarumma, namun akhirnya berhasil ditanda tangani. 

Salah satu klausul yang membuat Gigio bersedia menanda tangani kontrak adalah adanya kemauan dari AC Milan untuk menarik kembali kakak Gigio, Antonio Donnarumma yang juga berposisi sebagai kiper. 

Antonio dulu pernah berkostum AC Milan, yaitu pada tahun 2008-2010, tapi karena kalah bersaing akhirnya dipinjamkan/ dilego ke klub lain. Kini "berkat" permintaan adiknya, dia kembali lagi berkostum merah hitam.

Menarik di sini adalah, jika penarikan kembali Antonio ini karena pertolongan sang adik belaka lalu bagaimana dengan pertimbangan teknis dan kebutuhan tim?.

Di mana Vicenzo Montella akan menempatkan Antonio? Akankah menjadi deputi dari Gigio, bersaing dengan Storari? Atau dikontrak untuk kemudian dipinjamkan ke klub lain?

July 5, 2017

Seberkas Sinar di Gawang Milan


Donnarumma. [bola.net]

Beberapa minggu ini kita diramaikan dengan berita tentang jadi tidaknya Gianluigi Donnarumma menanda tangani perpanjangan kontrak dengan AC Milan. Tarik ulur kesepakatan tentang kesepahaman soal persyaratan dan tetek bengek yang tercantum dalam klausul kontrak bahkan sempat membuat kesal jutaan Milanisti di seluruh dunia. Bahkan sempat ada plesetan nama Donnarumma menjadi Dollarumma ketika Timnas Italia U-21 berlaga dan di gawang yang dijaga Donnarumma dilempari lembaran-lembaran tiruan uang dollar. 

AC Milan menegaskan bahwa Donnarumma tidak dijual, dan jika memang ia ingin meninggalkan AC Milan menuju klub baru, maka Donnarumma harus menunggu hingga akhir musim untuk pindah. Entah ia nanti akan tetap berada di skuad utama asuhan Montella maupun dicadangkan, atau bahkan ditempatkan di tim Primavera.

Tapi 2 hari terakhir berembus angin surga yang menyegarkan bagi para Milanisti. Itu setelah Montella mempersingkat liburannya untuk berkunjung dan berbicara dengan keluarga Donnarumma, dan ada sinyal bahwa Donnarumma akan berbicara kembali dengan pihak AC Milan.

Beberapa klausul sudah "hampir" disepakati oleh pihak Donnarumma dan AC Milan, diantaranya adalah kenaikan gaji per musim yang akan membuatnya menjadi penjaga gawang dengan gaji terbesar nomor 3 di dunia dibawah Manuel Neuer (Bayern) dan De Gea (Man. Utd), bahkan mengalahkan gaji Buffon (Juventus). Nilai klausul pelepasan kontrak yang cukup besar, dan bisa berkurang jika Milan tidak lolos ke Champions, pengontrakkan saudara kandung Donnarumma, Antonio, dan bonus-bonus lainnya.

Pasti ada yang kesal dan marah melihat sikap Donnarumma pada beberapa waktu yang lalu, hal itu karena kecintaan mereka kepada AC Milan lebih besar dari pada kecintaan kepada pemain. Tapi, saya yakin tidak sedikit pula yang senang mendengar berita baru soal transfer Donnarumma ini.

Jadi, apakah seberkas sinar di gawang ini akan mencerahkan atau kembali redup?

July 2, 2017

Apa yang Kauharapkan dari Borini, Milan?

Fabio Borini. [minutemediacdn.com]
Musim terbaik Borini adalah ketika bermain di AS Roma, di mana dari 29 penampilannya dia mencetak 9 gol. Sedangkan ketika bermain untuk Sunderland di musim 2015, dari 22 penampilan dia mencetak 5 gol. Lalu apa yang diharapkan Milan dengan merekrut Fabio Borini?

Ada beberapa hal yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh kita, para Milanisti, yang berada di luar manajemen AC Milan. Mereka yang di jajaran manajemen dan pelatih pasti punya banyak pertimbangan untuk merekrut Fabio Borini, di tengah-tengah upaya merekrut Nicola Kalinic yang masih menemui jalan buntu.

Sebagaimana diketahui, Andre Silva, seorang penyerang yang sudah direkrut beberapa waktu lalu bukanlah seorang penyerang yang bertipe finisher, dia lebih berperan sebagai seorang pelayan. Dan jika nanti Kalinic jadi direkrut, tentunya Andre Silva akan menjadi pendamping yang pas buatnya. Lalu di mana posisi Borini?

Ini pendapat pribadi saja. Mungkin Borini diposisikan sebagai pelapis buat kedua penyerang tersebut: Andre Silva dan Kalinic. Dan percaya atau tidak, sebagaimana juga orang yang berpasangan pesepak bola pun mengenal adanya "berjodoh atau tidaknya" dia dengan sebuah klub. Siapa tahu, setelah malang melintang di berbagai klub, jodoh sejati Fabio Borini adalah Milan? Tak ada yang tahu kejadian yang akan datang.